
Membeli alat medis tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan harga, merek, dan spesifikasi. Pembeli juga perlu memastikan bahwa produk yang akan digunakan memiliki izin edar yang relevan dan informasi produsennya dapat diverifikasi.
Hal ini penting bagi klinik, rumah sakit, praktik dokter, laboratorium, distributor, maupun masyarakat yang membeli alat kesehatan untuk digunakan di rumah.
Lalu, bagaimana cara cek izin edar alat medis melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes)? Apa saja ciri produk yang perlu diperiksa, dan bagaimana membedakan izin edar produk dengan izin distribusi perusahaan?
Artikel ini membahas langkah praktis untuk membantu Anda memeriksa legalitas produk sebelum membeli alat kesehatan.
1. Mengapa Izin Edar Alat Medis Penting?
Izin edar merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan bahwa produk alat kesehatan telah melalui proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut informasi resmi Kementerian Kesehatan RI, izin edar berkaitan dengan persetujuan terhadap produk alat kesehatan atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) untuk diedarkan di Indonesia.
Memeriksa izin edar membantu pembeli untuk:
- Memastikan informasi produk dapat ditemukan pada basis data resmi.
- Mencocokkan nama produk dan nomor izin edar.
- Memeriksa informasi produsen atau pendaftar produk.
- Mengurangi risiko membeli produk yang legalitasnya tidak jelas.
- Mendukung proses pengadaan alat kesehatan yang lebih bertanggung jawab.
Meski demikian, izin edar bukan satu-satunya indikator kualitas. Pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi fisik produk, spesifikasi, petunjuk penggunaan, garansi, dan kesesuaian alat dengan kebutuhan.
2. Kenali Nomor Izin Edar Alat Kesehatan
Salah satu cara awal untuk memeriksa legalitas alat medis adalah dengan melihat nomor izin edar yang tercantum pada kemasan atau informasi produk.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa nomor izin edar alat kesehatan dan PKRT menggunakan kode huruf yang diikuti 11 digit angka. Kode yang lazim dijumpai antara lain:
| Kode | Keterangan |
|---|---|
| AKD | Alat kesehatan dalam negeri |
| AKL | Alat kesehatan impor |
| PKD | Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dalam negeri |
| PKL | Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga impor |
Kode tersebut membantu membedakan kategori registrasi produk. Namun, keberadaan kode pada kemasan saja belum cukup untuk membuktikan bahwa produk benar-benar memiliki izin edar yang sah.
Nomor yang tercetak perlu dicocokkan dengan informasi pada basis data resmi Kemenkes. Jangan menganggap suatu produk legal hanya karena kemasannya mencantumkan tulisan “Kemenkes”, logo tertentu, atau nomor registrasi.
3. Cara Cek Izin Edar Alat Medis Secara Online
Pembeli dapat menggunakan platform resmi Info Alkes dan PKRT Kementerian Kesehatan untuk mencari informasi produk yang terdaftar.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
Langkah 1: Siapkan informasi produk
Sebelum melakukan pencarian, siapkan salah satu atau beberapa informasi berikut:
- Nomor izin edar pada kemasan.
- Nama produk.
- Merek atau model produk.
- Nama produsen atau pendaftar.
Jika tersedia nomor izin edar, gunakan nomor tersebut terlebih dahulu agar pencarian lebih spesifik.
Langkah 2: Buka situs resmi Kemenkes
Kunjungi Info Alkes dan PKRT Kementerian Kesehatan.
Platform ini menyediakan akses untuk mencari data produk alat kesehatan dan PKRT, termasuk informasi terkait izin edar.
Langkah 3: Masuk ke menu pencarian izin edar
Buka halaman Pencarian Izin Edar.
Pada halaman tersebut, tersedia pilihan pencarian berdasarkan kriteria tertentu. Pilih kriteria yang sesuai, kemudian masukkan informasi produk yang ingin diperiksa.
Langkah 4: Masukkan nomor izin edar atau nama produk
Masukkan nomor izin edar secara teliti. Jika nomor tidak tersedia, lakukan pencarian menggunakan nama produk atau informasi lain yang relevan.
Perhatikan penulisan huruf, angka, dan nama produk. Kesalahan satu karakter dapat memengaruhi hasil pencarian.
Langkah 5: Cocokkan informasi hasil pencarian
Jika data produk ditemukan, periksa kesesuaian informasi yang tersedia, antara lain:
- Nomor izin edar.
- Nama produk.
- Merek atau tipe produk jika tercantum.
- Nama pendaftar atau produsen.
- Status izin edar.
Pastikan informasi yang muncul sesuai dengan produk yang ditawarkan penjual, bukan hanya produk lain dengan nama atau merek yang mirip.
Langkah 6: Simpan hasil pemeriksaan
Untuk kebutuhan pengadaan klinik, rumah sakit, atau perusahaan, simpan dokumentasi pemeriksaan sesuai prosedur internal. Catat tanggal pemeriksaan dan identitas produk yang diverifikasi.
Langkah ini membantu proses evaluasi pemasok serta memudahkan pemeriksaan ulang jika dibutuhkan.
4. Cara Memastikan Produk yang Dijual Sesuai dengan Izin Edarnya
Hasil pencarian yang cocok merupakan langkah penting, tetapi pembeli tetap harus memastikan bahwa produk fisik yang diterima sesuai dengan data tersebut.
Periksa beberapa aspek berikut.
a. Nama produk dan model
Cocokkan nama produk, tipe, atau model pada kemasan dengan data yang ditemukan di situs resmi. Jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh produk dari merek yang sama memiliki izin edar yang sama.
b. Nomor izin edar
Pastikan nomor pada kemasan atau dokumen produk sesuai dengan nomor yang ditemukan dalam pencarian resmi. Waspadai nomor yang tidak dapat diverifikasi atau tampak tidak sesuai dengan produk.
c. Produsen atau pendaftar
Periksa identitas produsen atau pendaftar yang tercantum pada informasi resmi. Jika terdapat perbedaan dengan dokumen penjual, mintalah penjelasan dan dokumen pendukung yang dapat diverifikasi.
d. Label dan petunjuk penggunaan
Baca label, tujuan penggunaan, peringatan, serta petunjuk penggunaan. Informasi tersebut harus relevan dengan produk yang dibeli.
Untuk alat kesehatan yang memerlukan aksesori khusus, periksa juga kompatibilitas aksesori dan bahan habis pakai.
e. Kondisi fisik dan kemasan
Periksa apakah kemasan rusak, segel terbuka tanpa penjelasan, label tidak terbaca, atau terdapat tanda-tanda manipulasi. Untuk produk steril, perhatikan kondisi kemasan steril dan tanggal kedaluwarsa jika berlaku.
Kemasan yang terlihat baik bukan bukti tunggal bahwa produk asli. Sebaliknya, kerusakan kemasan perlu diklarifikasi sebelum produk digunakan.
5. Jangan Keliru: Izin Edar Produk Berbeda dengan Izin Distribusi
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap izin distribusi perusahaan sebagai pengganti izin edar produk.
Padahal, keduanya memiliki fungsi berbeda.
| Jenis perizinan | Fokus utama |
|---|---|
| Izin edar alat kesehatan | Berkaitan dengan legalitas peredaran produk tertentu |
| Izin distribusi alat kesehatan | Berkaitan dengan legalitas perusahaan dalam menyalurkan alat kesehatan sesuai ketentuan |
| Sertifikat atau dokumen lain | Memiliki fungsi masing-masing sesuai jenis dan ruang lingkup perizinannya |
Perusahaan yang memiliki izin distribusi tidak otomatis berarti semua produk yang dijualnya telah memiliki izin edar yang sesuai.
Sebaliknya, pemeriksaan izin edar produk juga tidak menggantikan kebutuhan untuk menilai legalitas pemasok jika pengadaan mensyaratkannya.
Untuk memeriksa informasi distributor, pembeli dapat mengunjungi daftar izin distribusi alat kesehatan di Info Alkes Kemenkes.
6. Ciri-Ciri Alat Medis yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua produk dengan harga murah atau kemasan sederhana merupakan produk ilegal. Namun, terdapat beberapa tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut sebelum melakukan pembelian.
Waspadai kondisi berikut:
- Nomor izin edar tidak ditemukan. Lakukan pencarian ulang dengan nomor dan nama produk yang benar. Jika tetap tidak ditemukan, minta klarifikasi kepada penjual atau Kemenkes sebelum membeli.
- Informasi produk tidak konsisten. Nama produk, model, produsen, atau nomor izin edar pada kemasan berbeda dari data resmi.
- Identitas pemasok tidak jelas. Penjual tidak memberikan informasi perusahaan atau dokumen yang diperlukan untuk proses pengadaan.
- Label dan petunjuk penggunaan tidak memadai. Informasi penting sulit dibaca, tidak tersedia, atau tidak sesuai dengan produk.
- Klaim terlalu berlebihan. Penjual menjanjikan hasil yang tidak masuk akal atau menyatakan alat dapat menggantikan seluruh pemeriksaan profesional.
- Dokumen tidak dapat diverifikasi. Penjual hanya mengirim gambar sertifikat atau nomor tanpa informasi yang bisa dicocokkan dengan sumber resmi.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu menjadi bukti pasti bahwa produk palsu. Namun, semuanya merupakan alasan untuk menunda pembelian dan melakukan pemeriksaan tambahan.
7. Bagaimana Jika Nomor Izin Edar Tidak Ditemukan?
Jika nomor izin edar tidak ditemukan di situs resmi, jangan langsung menyimpulkan bahwa produk pasti palsu. Ada beberapa kemungkinan, seperti kesalahan penulisan, perbedaan nama produk, atau data yang perlu diklarifikasi.
Lakukan langkah berikut:
- Periksa kembali nomor izin edar pada kemasan dan dokumen produk.
- Coba pencarian menggunakan nama produk, merek, atau produsen.
- Pastikan pencarian dilakukan pada platform resmi Kemenkes.
- Minta penjual memberikan dokumen dan penjelasan yang dapat diverifikasi.
- Jika status produk masih belum jelas, hubungi kanal bantuan resmi Kemenkes sebelum membeli atau menggunakan produk.
Anda juga dapat merujuk ke FAQ Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme izin edar dan kanal konsultasi yang tersedia.
Untuk fasilitas kesehatan, sebaiknya tunda penerimaan atau penggunaan produk yang legalitasnya belum dapat dipastikan sesuai prosedur pengadaan dan keselamatan yang berlaku.
8. Tips Membeli Alat Medis dari Pemasok yang Terpercaya
Selain melakukan cara cek izin edar alat medis, pembeli perlu menilai pemasok dan kesesuaian produk dengan kebutuhan.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Pilih pemasok yang memberikan informasi perusahaan dan produk secara jelas.
- Minta penawaran tertulis yang memuat merek, model, spesifikasi, dan harga.
- Verifikasi izin edar produk melalui sumber resmi.
- Pastikan aksesori, bahan habis pakai, dan suku cadang sesuai dengan perangkat.
- Periksa ketentuan garansi dan dukungan teknis.
- Untuk pengadaan fasilitas kesehatan, simpan dokumen pemeriksaan dan pembelian.
- Jangan menjadikan harga terendah sebagai satu-satunya dasar keputusan.
Produk yang tepat bukan hanya produk yang memiliki dokumen sesuai, tetapi juga perangkat yang memenuhi kebutuhan layanan, aman digunakan sesuai petunjuk, dan dapat dipelihara dengan baik.
9. Mencari Informasi Produk Alat Kesehatan di WUSMedika
Bagi klinik, rumah sakit, praktik dokter, dan pembeli lainnya yang sedang mencari produk alat kesehatan, penting untuk memperoleh informasi spesifikasi dan ketersediaan produk sebelum melakukan pemesanan.
Anda dapat mengunjungi homepage WUSMedika untuk mengenal informasi mengenai distributor dan produk alat kesehatan yang ditawarkan.
Sebelum membeli, konfirmasikan ketersediaan barang, spesifikasi, status izin edar yang relevan, garansi, dan dukungan purnajual kepada pemasok. Lakukan pemeriksaan melalui kanal resmi Kemenkes secara mandiri agar informasi legalitas produk dapat diverifikasi.
Kesimpulan
Cara cek izin edar alat medis dapat dilakukan melalui platform resmi Info Alkes dan PKRT Kementerian Kesehatan. Pembeli dapat mencari menggunakan nomor izin edar atau nama produk, kemudian mencocokkan nama, nomor, produsen atau pendaftar, serta status izin yang ditampilkan.
Jangan hanya mengandalkan tulisan “terdaftar Kemenkes” pada kemasan, foto dokumen, atau klaim penjual. Periksa pula kondisi fisik, label, petunjuk penggunaan, dan identitas pemasok.
Dengan melakukan verifikasi sebelum membeli, klinik, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mengambil keputusan pengadaan alat kesehatan secara lebih cermat dan bertanggung jawab.


