Fungsi dan Cara Menggunakan Stetoskop Fetal untuk Deteksi Detak Jantung Janin

Stetoskop fetal bidan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membantu mendengarkan denyut jantung janin selama pemeriksaan kehamilan. Alat ini memiliki bentuk yang dirancang untuk menghantarkan suara denyut jantung janin sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan auskultasi secara langsung. Bagi bidan praktik mandiri maupun fasilitas pelayanan kebidanan, stetoskop fetal dapat menjadi bagian dari perlengkapan pemeriksaan kehamilan. Penggunaannya membutuhkan teknik yang tepat agar suara yang didengar dapat dibedakan dari denyut nadi ibu dan hasil pemeriksaan dapat dicatat dengan benar. Lalu, apa fungsi stetoskop fetal dan bagaimana cara menggunakannya?

Apa Itu Stetoskop Fetal?

Stetoskop fetal atau sering disebut fetoscope/Pinard fetal stethoscope adalah alat akustik yang digunakan untuk melakukan auskultasi denyut jantung janin.

Berbeda dengan stetoskop medis biasa yang digunakan untuk mendengarkan suara jantung atau paru-paru pasien, stetoskop fetal dirancang khusus untuk membantu tenaga kesehatan mendengarkan suara yang berasal dari janin melalui dinding perut ibu.

WHO mencantumkan stetoskop fetal Pinard sebagai salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk auskultasi denyut jantung janin secara intermiten, khususnya dalam pemantauan selama persalinan pada ibu hamil sehat.

Alat ini tidak menggunakan baterai atau sumber listrik sehingga relatif sederhana untuk digunakan dan dipelihara.

Fungsi Stetoskop Fetal untuk Bidan

Fungsi utama stetoskop fetal bidan adalah membantu melakukan auskultasi denyut jantung janin.

Dalam pemeriksaan, bidan dapat menilai denyut jantung janin dengan menghitung jumlah denyut dalam periode tertentu dan mencatat hasilnya dalam satuan denyut per menit atau beats per minute (bpm).

1. Membantu Mendengarkan Denyut Jantung Janin

Fungsi paling utama adalah mendengarkan suara denyut jantung janin melalui dinding abdomen ibu.

Suara jantung janin biasanya terdengar sebagai suara yang lebih cepat dibandingkan denyut nadi ibu. Karena itu, ketika melakukan auskultasi, tenaga kesehatan perlu memastikan bahwa suara yang dihitung benar-benar berasal dari janin.

2. Membantu Pemantauan Kondisi Janin

Auskultasi denyut jantung janin merupakan bagian dari pemantauan kondisi janin.

WHO merekomendasikan auskultasi intermiten denyut jantung janin menggunakan Doppler atau Pinard fetal stethoscope pada ibu hamil sehat selama persalinan, dengan pelaksanaan mengikuti protokol klinis yang sesuai.

Dengan demikian, stetoskop fetal bukan sekadar alat untuk “mendengarkan suara bayi”, tetapi merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam proses pemantauan klinis.

3. Membantu Pemeriksaan Secara Sederhana

Salah satu kelebihan stetoskop fetal adalah desainnya yang sederhana. Alat tidak membutuhkan baterai sehingga dapat digunakan tanpa sumber listrik.

WHO juga mencatat bahwa Pinard fetal stethoscope tidak membutuhkan suplai seperti baterai atau gel, berbeda dengan perangkat Doppler yang membutuhkan sumber daya tertentu.

Kapan Stetoskop Fetal Digunakan?

Penggunaan stetoskop fetal bergantung pada kebutuhan pemeriksaan dan protokol pelayanan yang diterapkan.

Dalam konteks persalinan, WHO merekomendasikan auskultasi intermiten denyut jantung janin dengan Doppler atau Pinard fetal stethoscope pada ibu hamil sehat. Frekuensi dan durasi auskultasi perlu mengikuti protokol klinis.

Artinya, stetoskop fetal tidak digunakan dengan prinsip bahwa semakin sering diperiksa selalu semakin baik. Pemeriksaan harus dilakukan dengan metode dan interval yang sesuai dengan kondisi ibu, janin, serta prosedur pelayanan.

Cara Menggunakan Stetoskop Fetal dengan Benar

Penggunaan stetoskop fetal membutuhkan latihan dan pengalaman. WHO mencatat bahwa penggunaan Pinard membutuhkan pelatihan berbasis praktik dan dapat memerlukan pengalaman agar tenaga kesehatan menjadi terampil.

Secara umum, langkah pemeriksaan dapat dilakukan sebagai berikut.

1. Posisikan Ibu dengan Nyaman

Pastikan ibu berada dalam posisi yang nyaman untuk pemeriksaan.

Area abdomen yang akan diperiksa perlu dapat diakses dengan mudah. Pemeriksaan dapat dilakukan sesuai prosedur pelayanan dan kondisi ibu.

2. Tentukan Lokasi yang Tepat

Lokasi untuk mendengarkan denyut jantung janin tidak selalu sama pada setiap kehamilan.

Posisi janin, presentasi, dan letak punggung janin dapat memengaruhi lokasi suara paling jelas terdengar. Karena itu, bidan perlu melakukan pemeriksaan abdomen terlebih dahulu sesuai keterampilan klinis untuk memperkirakan posisi janin.

3. Tempelkan Stetoskop Fetal pada Abdomen

Letakkan bagian corong atau permukaan stetoskop fetal pada area abdomen yang diperkirakan menjadi lokasi terbaik untuk mendengarkan denyut jantung janin.

Pastikan posisi alat stabil dan tidak banyak bergerak selama pemeriksaan.

4. Dengarkan dengan Konsentrasi

Dekatkan telinga pada bagian stetoskop yang digunakan untuk mendengarkan suara.

Pada tahap ini, bidan perlu membedakan suara denyut jantung janin dari suara lain yang mungkin terdengar selama pemeriksaan.

5. Hitung Denyut Jantung Janin

Setelah suara terdengar dengan jelas, lakukan penghitungan sesuai prosedur pemeriksaan.

Dalam pemantauan persalinan menggunakan auskultasi intermiten, WHO merekomendasikan setiap auskultasi berlangsung setidaknya satu menit. Jika denyut jantung janin tidak selalu berada dalam rentang normal, auskultasi perlu diperpanjang sesuai protokol.

6. Pastikan Tidak Salah Menghitung Denyut Nadi Ibu

Ini merupakan bagian yang sangat penting.

Jika terdapat dugaan denyut jantung janin terlalu lambat atau terdapat kelainan denyut, denyut nadi ibu perlu diperiksa secara bersamaan untuk membantu membedakan kedua sumber denyut tersebut. Pedoman pemantauan persalinan juga menekankan pemeriksaan denyut nadi ibu ketika terdapat dugaan bradikardia janin atau anomali denyut jantung.

Berapa Denyut Jantung Janin yang Normal?

Dalam konteks pemantauan persalinan, WHO menggunakan 110–160 denyut per menit (bpm) sebagai rentang normal denyut jantung janin.

Namun, angka hasil pengukuran tidak sebaiknya diinterpretasikan secara terpisah hanya berdasarkan satu kali pengukuran.

Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan konteks klinis, usia kehamilan, kondisi ibu, kondisi janin, serta pola denyut jantung secara keseluruhan.

Jika hasil auskultasi berada di luar rentang yang diharapkan atau terdapat perubahan yang mengkhawatirkan, pemeriksaan dan tindak lanjut perlu dilakukan sesuai protokol klinis yang berlaku.

Stetoskop Fetal vs Doppler Fetal

Stetoskop fetal dan Doppler fetal sama-sama dapat digunakan untuk auskultasi denyut jantung janin, tetapi cara kerjanya berbeda.

Stetoskop fetal:

  • Menggunakan prinsip penghantaran suara secara akustik.
  • Tidak membutuhkan baterai.
  • Desain sederhana.
  • Membutuhkan keterampilan dan latihan untuk mendapatkan hasil auskultasi yang baik.

Doppler fetal:

  • Menggunakan teknologi ultrasound untuk mendeteksi denyut jantung janin.
  • Umumnya lebih mudah untuk menemukan dan mendengarkan denyut jantung.
  • Membutuhkan sumber daya seperti baterai dan, pada perangkat tertentu, gel ultrasound.

WHO menyebutkan bahwa Doppler cenderung lebih mudah digunakan, sedangkan penggunaan Pinard membutuhkan latihan praktik dan pengalaman.

Pemilihan alat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas, keterampilan tenaga kesehatan, protokol pelayanan, serta ketersediaan sumber daya.

Tips Memilih Stetoskop Fetal untuk Bidan

Jika ingin membeli stetoskop fetal bidan, jangan hanya mempertimbangkan harga. Beberapa hal berikut dapat menjadi pertimbangan.

Material dan Konstruksi

Pilih alat dengan konstruksi yang kokoh dan nyaman digunakan. Karena stetoskop fetal dapat digunakan berulang kali, material yang baik akan membantu menjaga daya tahan alat.

Bentuk Corong

Bagian corong atau permukaan yang ditempelkan pada abdomen harus memiliki konstruksi yang nyaman dan dapat membantu menghantarkan suara dengan baik.

Kemudahan Penggunaan

Pilih desain yang mudah digunakan dalam pemeriksaan rutin. Bobot dan bentuk alat juga sebaiknya nyaman bagi bidan yang menggunakannya berulang kali.

Kemudahan Perawatan

Stetoskop fetal perlu dijaga kebersihannya setelah digunakan. Pilih produk yang permukaannya mudah dibersihkan dan dirawat sesuai petunjuk penggunaan dari produsen.

Legalitas Produk

Untuk pengadaan alat kesehatan, periksa informasi legalitas dan izin edar produk sesuai ketentuan yang berlaku.

WUSMedika mendistribusikan berbagai produk alat kesehatan dari brand partner dan menyatakan bahwa produk yang didistribusikan memiliki izin edar resmi Kementerian Kesehatan RI, baik AKD untuk produk dalam negeri maupun AKL untuk produk luar negeri.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menggunakan Stetoskop Fetal

Beberapa hal perlu diperhatikan agar pemeriksaan tidak menghasilkan interpretasi yang keliru.

Pertama, jangan langsung menghitung suara pertama yang terdengar tanpa memastikan sumber suara tersebut.

Kedua, jangan menganggap satu hasil pengukuran sebagai diagnosis. Stetoskop fetal merupakan alat untuk membantu auskultasi dan pemantauan, sedangkan interpretasi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan kondisi klinis.

Ketiga, jangan mengabaikan denyut nadi ibu. Jika denyut yang terdengar diragukan, membandingkan dengan denyut ibu membantu memastikan bahwa yang dihitung bukan denyut maternal.

Keempat, jangan menggunakan alat di luar tujuan dan petunjuk penggunaannya. Penggunaan alat kesehatan harus mengikuti prosedur pelayanan dan instruksi produsen.

Perawatan Stetoskop Fetal

Perawatan sederhana dapat membantu menjaga alat tetap dalam kondisi baik.

Setelah digunakan, bersihkan bagian alat sesuai petunjuk produsen. Simpan di tempat yang bersih, kering, dan terlindung dari benturan.

Hindari menempatkan stetoskop fetal bersama benda-benda berat yang dapat merusak bentuk atau permukaan alat.

Untuk fasilitas yang menggunakan alat secara rutin, pemeriksaan kondisi fisik secara berkala juga penting. Pastikan tidak terdapat kerusakan yang dapat mengganggu penggunaan alat.

Stetoskop fetal bidan merupakan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membantu auskultasi denyut jantung janin. Penggunaannya membutuhkan teknik dan latihan agar tenaga kesehatan dapat menemukan lokasi suara yang tepat, menghitung denyut secara benar, serta membedakan denyut jantung janin dari denyut nadi ibu.

Dalam pemantauan persalinan, WHO merekomendasikan auskultasi intermiten menggunakan Doppler atau Pinard fetal stethoscope pada ibu hamil sehat dengan mengikuti protokol klinis yang sesuai.

Bagi bidan yang sedang melengkapi paket alat praktik bidan lengkap, stetoskop fetal dapat menjadi salah satu alat yang dipertimbangkan untuk kebutuhan pemeriksaan kehamilan.

Pastikan memilih alat yang nyaman digunakan, mudah dirawat, memiliki kualitas yang sesuai, serta berasal dari distributor alat kesehatan yang terpercaya.

Butuh Stetoskop Fetal untuk melengkapi praktik kebidanan? Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan Anda.

Hubungi WUSMedika atau lihat kategori Stetoskop Fetal untuk mendapatkan informasi produk dan ketersediaannya.

Copyright © 2026 WUSMedika